BAB 6 Asmaul Husna

Share:
Amatilah dan Perhatikan Q.S Al - Hasyr Ayat 22 - 24

(22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
(23) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
(24) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui Yang Ghaib dan Yang Nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan,Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. -- (Q.S. Al-ণasyr [59] : 22-24)

Setelah melakukan pengamatan pada ayat-ayat Al-Quran dalam surah al-Hasyr ayat 22-24 di atas pasti kalian mempunyai banyak pertanyaan. Coba daftarlah pertanyaanpertanyaan dengan menggunakan kata tanya apakah, bagaimana, mengapa, di mana, kapan dan lain-lain! 

1. Definisi Asmaul Husna

Secara bahasa arti dari asma’ adalah nama-nama, sedangkan al-ۊusnƗ adalah terbaik. Asmaul Husna adalah Nama-nama Terbaik yang mencerminkan kebesaran Allah dan keagunganNya yang mesti menyatu dalam diriNya. 
Allah berfirman juga dalam Q.S ThƗhƗ [20] : 8, 

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

“Allah, tiada Tuhan selain Dia, baginya Nama-nama Terbaik.” (Q.S Thaha [20] : 8). 

Dalam hadisnya Rasulullah bersabda:



"Sungguh Allah mempunya 99 nama, 100 kurang satu, barang siapa menghafalnya, maka ia akan masuk surga”. (HR Bukhari dan Muslim). 

Jadi, Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik dan agung yang dimiliki oleh Allah Swt. Kita harus meyakini bahwa Allah mempunyai nama-nama terbaik ini. Allah sendiri menyatakan dalam Al-Quran bahwasannya Dia memang mempunyai nama-nama terbaik, yaitu Asmaul Husna. 

Beberapa ayat yang menunjukkan keberadaan Asmaul Husna di antaranya adalah: 

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

" Dialah Allah, yang Maha Mencipta, Memulai, Membentuk Rupa. BagiNya ada Namanama Terbaik, bertasbihlah padaNya segala yang ada di beberapa langit dan bumi, dan Dialah yang Maha Perkasa dan Bijaksana. (Q.S al-Hasyr 59: 24) 

Allah juga memerintah hamba-Nya untuk berdoa menggunakan media nama-namaNya, asmaul husna, Allah ber¿rman dalam surah al-A’raf [7]: 180: 

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan milik Allahlah nama-nama Terbaik, maka berdoalah kalian dengan nama-namaNya, dan tinggalkanlah orang-orang yang mengingkari nama-namaNya, mereka akan di beri balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (Q.S. al-A’raf [7]: 180)”.

Pembahasan 1: 
A. Al-Aziz (Azza) yang artinya Maha Perkasa. 
B. Al-Ghaffar artinya Maha Pengampun
C. Al-Basit artinya Maha Melapangkan 
D. An-Nafi artinya Maha Memberi Manfaat 
E. Ar-Ra’uf, Maha Pengasih. 
F. Al-Barr, Maha Baik.
G. Al-Fattah, Maha Membuka, Memenangkan.
H. Al-‘Adl, Maha Adil. 
I. Al-Qayyum, Maha Berdiri Sendiri (Maha Mengurusi hambaNya). 


2. Memahami Kebesaran Allah Swt. melalui Asmaul Husna

A. AL-AZIZ

1. Pengertian Al-Aziz
Al-Aziz artinya Dia yang Maha Perkasa. Perkasa artinya memiliki kekuatan yang sempurna dan luar biasa. Dalam Al-Qur’an, kata Al-Aziz banyak sekali disebut diberbagai ayat sebagai penguat dalampenjelasan ayat-ayat tersebut.

Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan asma’ul usna Al-Aziz ialah sebgi berikut:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: ”Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-Hasyr : 23)

Perhatikan pula dalam firman Allah SWT. berikut ini :

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Artinya: “Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu, selain dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali Imran : 126)

2. Bukti Kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui pemahaman terhadap Al-Aziz
Dalam sejarah umat Islam, sejak jaman dahulu kala sampai pada zaman modern ini banyak orang yang mengaku dirinya sebagai tuhan yang memiliki kekuatan dan keperkasaan disbanding yang lain. Kita mengenal raja Fir’aun, Raja Namruz, Raja Abrahah, dan masih banyak yang lainnya termasuk pemimpin aliran kerajaan Tuhan. Mereka mengaku sebagai tuhan yang mempunyai kekutan dan keperkasaan. Mereka menyerukan kepada umatnya agar mau menyembahnya dan menuruti titah mereka. Namun apa yang terjadi, mereka tidak mampu melawan dan menandingi keperkasaan dan kedigdayaan Allah SWT., buktinya mereka hancur dan mati secara hina.

3. Perlaku orang yang mengamalkan Al-Aziz
Orang yang dapat mengamalkan sifat al-aziz, tentu akan tampak dari sikap perilakunya yang luhur dan mulia, diantaranya sebagai berikut:
a. Perilaku cinta ilmu
b. Perilaku rendah hati
c. Perilaku mandiri

4. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam Al-Aziz 
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-Aziz, hendaknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan bahwa Allah SWT. Maha Perkasa
b. Perbanyak membaca buku-buku ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum.
c. Biasakan membaca dan memahami Asma’ul Husna beserta maknanya.
d. Mulailah dari sekarang membiaakan diri menekadani sifat Allah Al-Aziz dalam kehidupan sehari-hari.

B. AL-GAFAR

1. Pengertian Al-Gafar
Al-Gafar artinya yang maha pengampun. Maksudnya Allah SWT. akan mengampuni semua dosa kecuali dosa orang yang mempersekutukan-Nya. Firman Allah SWT.

قَالُوا مَا أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَٰكِنَّا حُمِّلْنَا أَوْزَارًا مِّن زِينَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنَاهَا فَكَذَٰلِكَ أَلْقَى السَّامِرِيُّ

Artinya: “Dan Sesungguhnya aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha : 87)

2. Bukti kebenaran tanda-tanda kebesaran Allah melalui pemahaman terhadap sifat Allah Al-Gafar
Di dunia ini tidak ada yang luput dari dosa, termasuk para nabi dan rasul Allah, apalagi manusia biasa. Namun semua manusia akan mendapat ampunan dari Allah SWT. asalkan manusia mau bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya. Demikina itu, karena Allah Maha Pengampun atas segala dosa hamba-hamba-Nya.

3. Perilaku orang yang mengamalkan sifat Allah Al-Ghafar
Sikap perilaku yang mencerminkan sifat Allah Al-Ghafar antara lain sebgai berikut:
a. Perilaku pemaaf
b. Perilaku tidak pendendam
c. Perilaku tegas

4. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam Al-Gafar
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-Gafar, hendaknya kamu perhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan kita
b. Hindari sifat pendendam danpembenci kepada orang lain.
c. Biasakan bersikap tegas dan konsekuen dalam berbuat dan bertindak.
d. Mulailah membiasakan diri meneladani sifat Allah Al-Gafar sejak saat ini, agar kelakmenjadi anak yang berakhlak mulia.

C. AL-BASIT

1. Pengertian Al-Basit
Al-Basit artinya Yang Mahalapang. Maksudnya, Allah SWT. Mahalapang dan melapangkan rezeki hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Dalam Al-Qur’an kata Al-Basit tidak tercantum, tapi turunan katanya; seperti “Yabsutu, Tabsutu dan Al-Bastu”.
Firman Allah SWT:

لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ وَلِيَتَمَتَّعُوا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut : 62)

2. Perilaku orang yang mengamalkan sifat allah Al-Basit
Diantara akhlak terpuji yang tampak dari pengamalan sifat Allah A-Basit ialah sebagai berkut:
a. Perilaku kerja keras
b. Perilaku ikhlas
c. Perilaku percaya diri

3. Meneladani sifat Allah Al-Basit
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-Basit, hendaknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan yang kuat terhadap sifat-sifat Allah SWT. sebagai bagian dari rukun iman.
b. Yakinkan dalam hati bahwa sifat Allah Al-Basit memiliki makna yang sangat luhur dan mulia yang dapat diteladani oleh semua umat manusia
c. Perbanyak membaca dan memahami sift-sifat Allah Al-Basit

D. AN-NAFI

1. Pengertian
An-Nafi artinya Yang Maha Pemberi Manfaat. Dalam Al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan tentang sifat Allah An-Nafi. Namun demikian, menurut para ulama tahid sifat Allah An-Nafi mengandung makna bahwa Allah itu, Maha Pemberi Manfaat terhadap hamba-hambanya. Perhatikan Firman Allah SWT :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

Artinya: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (QS. Shad: 27)

2. Bukti kebenaran tanda kebesaran Allah melalui pemahaman terhadap sifat Allah An-Nafi’
Allah menciptakan alam semesta ini tidak ada yang sia-sia, manusia, flora dan fauna masing-masing mengandung nilai manfaat satu sama liannya. Allah member nilai manfat tumbuhan dan binatang bagi kelangsungan hidup manusia. Manusia juga mengandung nilai manfaat bagi pengelolaan jagat raya, termasuk flora fauna. Hakikatnya, semua makhluk ciptaan Allah mengandung nilai manfaat yang satu bagi yang lainnya, terutama bagi manusia. Demikian bukti kebenran sifat Allah An-Nafi.

3. Perilaku orang yang mengamalkan sifat Allah An-Nafi’
Perilaku orang yang mengamalkan sifat Allah An-Nafi’ akan tampak pada perilaku sehari-hari, yaitu sebagai berikut:
a. Perilaku dermawan
b. Perilaku rukun dan damai
c. Perilaku tanggung jawab

4. Meneladani sifat Allah An-Nafi’
Untuk dapat meneladani sifat Allah An-Nafi, sebaiknya diperhatikan telebih dahulu beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa beriman kepada sifat Allah An-Nafi’ merupakan bagian dari keimanan kepada Allah SWT.
b. Perbanyak membaca dan memahami sifat-sifat Allah dan makna yang terkandung di dalamnya, agar semakin menambah keimanan kepada-Nya.
c. Mulailah meneladani makna sifat Allah An-Nafi dari sikap perilaku yang paling mudah dilakukan, dan terus berusaha untuk meningkatkannya.

E. AR-RAUF

1. Pengertian sifat Ar-Rauf
Ar-Rauf artinya Yang maha Pengasih atau Maha Belas Kasih. Sifat Allah Ar-Rauf disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 11 kali dan terdapat pada sebelas ayat dan surat.
Perhatikan firman Allah SWT

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” (QS. An-Nahl: 7)

2. Bukti kebenaran tanda kebesaran Allah melalui pemahaman sifat Ar-Rauf
Allah menciptakan makhluk-Nya di muka bumi dengan beraneka ragam. Ada yang besar, kecil, ada yang berjalan, merangkak, melata, ada yang terbang, yang berenang, yang tampak oleh mata manusia dan yang tersembunyi. Semuanya dapat menjalankan hidupnya sesuai dengan kodratnya masing-masingmereka mendapat rezeki secara merata sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Semua itu merupakan bukti bahwa Allah SWT. Maha Pengasih tanpa pilih kasih, Dia tidak meminta imbalan walaupun sekedar ucapan terima kasih.

3. Perilaku orang yang mengamalkan sifat-sifat Ar-Rauf
Orang yang beriman kepada sifat Allah Ar-Rauf, tentu akan memiiki sikap perilaku terpuji, di antaranya sebagai berikut :
a. Perilaku saling mengasihi
b. Perilaku dermawan
c. Perilaku lembut

4. Meneladni sifat Allah Ar-Rauf
Untuk dapat meneladani sifat Allah ini hendaknya diperhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini:
a. Tanamkan keimanan yang kuat terhadap sifat-sifat Allah SWT
b. Pelajari dan pahami dengan baik makna yang terkandung dalamsifat-sifat Allah baik secara satu persatu maupun keseluruhannya.
c. Tanamkan keyakinan bahwa meneladani danmengamalkan makna kandungan sifat Allah merupakan bagian dari keimanan kepada-Nya
d. Mulailah meneladani dan mengamalkan sifat Allah Ar-Rauf dari yang paling mudah, dan terus berusaha untukmeningkatkannya.

F. AL-BARR

1. Pengertian Al-Barr
Al-Barr artinya Yang Maha Melimpahkan Kebaikan. Kata Al-Barr dalam Al-Qur’an hanya disebut satu kali. Yaitu Dalam surat At-Tur ayat 28 yaitu:

إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ

Artinya: “Sesungguhnya Kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tur : 28)

2. Bukti kebenaran tanda kebesaran Allah melalui pemahaman terhadap sifat Allah Al-Barr
Di dunia ini, tidak semua orang beriman kepada Allah, di antara mereka ada yang jelas-jelas menyatakan kekafirannya dan menolak beriman kepada Allah. Namun demikian, Allah tidak benci apalagi dendam kepada mereka yang menolak beriman kepada-Nya. Bahkan sebaliknya, Allah tetap memberikan kebaikan dan melimpahkan kasihsayang-Nya terhadap mereka. Sepanjang mereka mau berbuat baik kepada sesame, mereka tetap mendapatkan kasih sayang dari Allah selama hidupdi dunia ini. Meskipun Allah kelak akan mengazab mereka di akhirat kelak sesuai dengan perbuatan dosanya. Demikian itu, ialah bukti bahwa Allah Maha Pelimpah kebaikan terhadap hamba-hamba-Nya.

3. Perilaku orang yang mengamalkan sifat Allah Al-Barr
Orang yang beriman terhadap sifat Allah Al-Barr, tentu ia akan menunjukkan sikap perilaku terpuji, di antaranya sebagai berikut:
a. Perilaku Menghargai orang lain
b. Perilaku peduli terhadap sesama
c. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam Al-Barr

4. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam Al-Barr
Untuk dapat meneladaninya, hendaknya kamu perhatikan beberpa hal berikut:
a. Tanamkan keyakinan kepada Allah SWT. bahwa beriman kepada sifat-sifat Allah merupakan kewajiban setiap muslim
b. Perbanyak membaca dan memahami makna yang terkandung dalam sifat-sifat Allah
c. Mulailah meneladani dan mengamalkan makna yang terkandung dalam sifat Allah Al-Barr dalam kehidupan sehari-hari.
d. Berdoalah kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dalam mengamalkan sifat-sifat-Nya.

G. AL-FATTAH

1. Pengertian Al-Fattah
Al-Fattah artinya Yang Maha Pemberi Keputsan. Maksudnya hanya Allah yang memberikan keputusan atau ketentuan atas segala harapan dan keinginan, cita-cita dan angan-angan manusia.
Allah SWT. berfirman:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

Artinya: “Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. dan Dia-lah Maha pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui". (QS. Saba : 26).

2. Bukti kebenaran tanda kebesaran Allah melalui pemahaman sifat Allah Al-Fattah
Setiap ulangan kenaikan kelas, tentu kamu berharap mendapat nilai bagus dan meraih peringkat pertama. Berbagai cara telah kamu tempuh, seperti rajin belajar, menghapal, bahkan ikut les privat, namun hasilulangan umum kamu masih tetap kurang memuaskan meskipun tidak ada merah, tapi semua nilai hanya pas-pasan. Kamu sudah berusaha dengan baik sesuai dengan kemampuan kamu, tetapi soalulangan yang memang sangat tinggi atau ketika ujian kamu mengantuk atau tergesa-gesa karena soalnya merasa gampang. Padahal kamu merasa bahwa jawabannya benar tetapi jawaban yang kamu pilih itu tidak benar, maka hasilnya mengecewakan. Demikian itu merupakan bukti bahwa Allah Maha pemberi keputusan dan keputusan Allah itu pasti yang terbaik bagi kita.

3. Perilaku orang yang mengamalkan sifat Allah Al-Fattah
Orang yang beriman kepada sifat Allah Al-Fattah tentu akan memiliki sikap perilaku terpuji, antara lain sebagai berikut:
a. Perilaku cinta kebenaran
b. Perilaku tegas dan pemberani

4. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam Al-Fattah
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-Fattah, hendaknya diperhatikan dahulu beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa beriman kepada sifat-sifat Allah, merupakan bagian dari keimanan kepada-Nya
b. Baca dan pahami makna yang terkandung dalam sifat-sifat Allah agar dapat mengamalkannya kelak dengan baik dan benar
c. Mulailah untuk mengamalkannya dari yang termudah dan terus berusaha untuk meningkatkannya.

H. AL-‘ADL

1. Pengertian Al-‘Adl
Al-‘Adl artinyaAllah Maha Adil dalam menetapkan dan memutuskan sesuatu perkara. Kata Al-‘Adl untuk sifat Allah tidak terdapat dalam Al-Qur’an, sebab Allah tidak menyebutnya dengan kata “Al-‘Adl” melainkan dengan kata “Al-Muqsit”, seperti terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 42, yaitu :

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِن جَاءُوكَ فَاحْكُم بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِن تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya: “Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”(QS. Al-Maidah : 42)

2. Perilaku yang mencerminkan bahwq Allah bersifat Al-‘Adl
Di antara sikap perilaku yang mencerminkan sifat Allah Al-‘Adl ialah sebagai berikut:
a. Bersikap istiqomah
b. Bersikap musawah
c. Bersikap amanah

3. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam al-‘Adl
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-‘Adl hendaknya diperhatikan terlebih dahulu beberapa hal sabagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa beriman kepada sifat-sifat Allah, merupakan bagian dari keimanan kepada-Nya
b. Baca dan pahami makna yang terkandung dalam sifat-sifat Allah agar dapat mengamalkannya kelak dengan baik dan benar
c. Mulailah untuk mengamalkannya dari yang termudah dan terus berusaha untuk meningkatkannya.

I. AL-QAYYUM

1. Pengertian Al-Qayyum
Al-Qayyum artinya yang Maha Berdiri Sendiri lagi senantiasa terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dalam al-Qur’an kata Al-Qayum hanya disebut sebanyak tiga kali, di antaranya adalah Firman Allah SWT

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Al kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,” (QS. Ali Imran : 2 - 3)

2. Perilaku orang yang mengamalkan makna sifat allah Al-Qayum
Di antara perilaku orang yang mengamalkan makna sifat Allah al-Qayyum adalah sebagai berikut:
a. Prilaku tidak bergantung kepada orang lain
b. Perilaku tidak putus asa

3. Meneladani sifat Allah yang terkandung dalam al-Qayyum
Untuk dapat meneladani sifat Allah Al-Qayyum hendaklah terlebih dahulu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa beriman kepada sifat-sifat Allah, merupakan bagian dari keimanan kepada-Nya
b. Baca dan pahami makna yang terkandung dalam sifat-sifat Allah agar dapat mengamalkannya kelak dengan baik dan benar
c. Mulailah untuk mengamalkannya dari yang termudah dan terus berusaha untuk meningkatkannya.



Sumber : Buku Siswa Kelas VII MTs Kurikulum 2013
Penulis : Milkul Musowwir L

Tidak ada komentar